"Membentuk Manusia yang Beriman dan Berilmu.
Bermanfaat Bagi Kemaslahatan Ummat"

Santri Zaman Now Menaripun Bisa

Seorang santri identik dengan kegemarannya dalam sholat, kemahirannya dalam berbahasa, dan keingintahuannya dalam beragama. Banyak yang beranggapan bahwa kyai atau ustad berawal dari santri. Hampir seluruh sekolah yang berlabel pesantren dan ada santri di dalam pesantren itu, sangat dekat dengan kegiatan tersebut. Hal ini menunjukan bahwa santri mempunyai identitas sendiri sebagai seorang manusia. Identitas itulah yang akan membuat bangga sebagai seorang santri. Menjadi santri dan hjidup di pesantren tidaklah mudah. Santri harus belajar bagaimana berbuat baik, bertutur kata jujur, berperilaku sopan, sabar, ikhlas, dan menjauhi apa-apa yang dilarang oleh agama maupun pesantren. Butuh perjuangan keras jika ingin menjadi seorang santri. Perjuangan itulah yang nantinya akan menjadi buah indah untuk masa depan. Santri harus mengikuti apa yang ada dalam pesantren itu, namun namanya juga manusia, pasti tidak akan pernah puas atas apa yang telah diberikan kepadanya. Maka dari itu, kami ingin membuat santri itu tidak hanya melakukan apa yang ada di sana. Tapi juga membuat sesuatu yang berbeda dan tidak menyimpang dari apa yang telah diluruskan. Begitulah hidup di pesantren. Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang disamping berfungsi sebagai pusat pendidikan juga merupakan pusat kekuatan moral dan spiritual dalam masyarakat. Terkadang, orang mengira bahwa jika mereka memasukkan anak-anak mereka selepas sekolah dasar atau madrasah ibtidaiyah kepesantren modern, dikhawatirkan bahwa anak-anak mereka akan ketinggalan dalam mengikuti berbagai perkembangan. Itu merupakan anggapan yang sangat keliru. Justru peranan pesantren dapat memberikan nilai yang lebih bagi siswanya. Contohnya saja Pondok Pesantren Modern Selamat. Pondok Persantren Modern Selamat bukan hanya lembaga pendidikan islam yang mengajarkan santri pandai dalam mengaji, tetapi juga mengajarkan bagaimana santri mampu dalam berkomunikasi, berkreasi, berorganisasi, dan terus mengikuti perkembangan informasi. Daalam hal berkreasi, Pondok Pesantren Modern Selamat juga mendidik santrinya. Kegiatan ekstrakurikuler di pondok mampu mencetak keterampilan dan skill para santrinya. Buktinya mereka mampu menguasai panggung dengan menari dan berakting dalam berbagai peran, sehingga semua bakat dari para santri bisa tersalurkan lewat acara-acara kesenian yang ditampilakan di pondok seperti “Panggung Gembira”. Begitu pula dengan kreasi pondok lainnya seperti seni kaligrafi, melukis, olahraga, dan pencak silat, menjadi singa podium, dan berbagai macam kreasi lainnya. Berbagai kreasi mampu diciptakan sendiri oleh para santri, tak perlu diherankan, semua itu bisa didisain oleh santri karena pengaruh kehidupan sehari-hari. Seni tari merupakan unsur dari kebudayaan Indonesia yang merupakan bagian dari hasil cipta masyarakat. Untuk mengetahui asal dari seni tari sangatlah sulit, karena banyaknya seni tari yang ada. Seni tari sudah ada sejak zaman prasejarah dan terus berkembang sesuai dengan kemajuan masyarakat. Sebagian masyarakat berasumsi bahwa seni tari berfungsi sebagai sarana untuk upacara ritual atau adat hal ini yang menjadikan sempitnya ruang gerak para santri untuk nguri-uri kebudayaan indonesia. Oleh karena itu tari kreasi santri mempunyai warna tersendiri. Mereka mencoba memodifikasi dengan isyarat-isyarat yang dikomunikasikan dengan gerak dan iringan musik islami tanpa meninggalkan karakter budaya indonesia. Para santri menggabungkan kebudayaan indonesia dengan Islam yang sesuai perklembangannya. Perkembangan islam di indonesia cukuplah pesat, bahkan indonesia disebut sebagai negara islam terbesar. Persentase Muslim Indonesia mencapai hingga 12,7% dari populasi dunia. Dari 205 juta penduduk Indonesia, dikabarkan sedikitnya 88,1% beragama Islam. Fakta tersebut mempengaruhi budaya indonesia khususnya tari. Hal yang demikian ini mendorong santri PONDOK MODERN SELAMAT untuk melestarikan seni tari bernafaskan islami, contohnya santri menari tanpa melepaskankan jilbabnya. Mereka dirias sedemikian cantiknya tapi tetap masih mengenakan kerudung. Sebagai negara yang mempunyai banyak seni tari, kita harus dapat menjaga dan melestarikannya. Karena kita mempunyai kewajiban untuk melestarikan budaya nenek moyang. Kebudayaan seni tari sendiri menjadi ciri khas dari masing-masing daerah. Sehingga dapat menjadi suatu tontonan yang menarik bagi warga pribumi maupun warga asing yang akan mengunjungi daerah kita. Belum lama ini terbukti bahwa orang luar dari Korea dan Australia yang berkunjung ke Indonesia melihat tarian para santri sangat tertarik dan ikut berpastisipasi.

-Juwandi afriyanto-

Leave a Comment

4 × 3 =